0

Saya Belajar Dari Umar Al-Faruq

Saya Belajar Dari Umar“Umar bin Khatab radhiallahu anhu merupakan madrasah, Umar merupakan Tarikh, kehidupannya merupakan Ensiklopedi, Kita harus belajar dan harus mengajarkan kepada anak-anak kita Biografi Umar bin Khathab. Hendaknya para pemimpin, pejabat, direktur, kepala sekolah, guru-guru, siswa dan semuanya harus belajar dari kehidupan Umar karena manusia terbaik setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan para Nabi adalah Abu Bakar Ash Shiddiq kemudian Umar Al Faruq radhiallahu anhuma.

πŸƒSaya belajar dari Umar tentang arti harga diri dan kemuliaan yang hanya dapat diperoleh dengan Islam. Saya belajar dari Umar tentang keberanian menyampaikan kebenaran, beliau tegas dan tidak bersikap munafik. Umar tidak takut celaan orang yang suka mencela. Saya belajar dari Umar agar kita hanya takut kepada Allah. barangsiapa yang menjaga dan membela agama Allah maka Allah akan menjaga dan menolongnya.

πŸƒSaya belajar dari Umar makna keberanian. Umar ikut berperang dalam semua pertempuran bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Beliau seorang ksatria pemberani, beliau dibunuh oleh seorang kafir pengecut saat Umar mengimami shalat subuh di masjid.

πŸƒSaya belajar dari Umar Al Faruq makna ittiba’ (mengikuti tuntunan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam). Beliau sangat mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan meneladani ucapan dan perbuatan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Umar sangat menghormati ketetapan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

πŸƒSaya belajar dari Umar tentang rajin shalat tahajud. Setiap muslim harus melawan hawa nafsunya dan kesenangan hidup untuk bermunajat kepada Allah, dengan shalat, zikir, membaca Al Quran dan berdoa di sepertiga malam terakhir setiap harinya.

πŸƒSaya belajar dari Umar bahwa tujuan dari hidup ini hanyalah untuk beribadah kepada Allah semata.

πŸƒSaya belajar dari Umar bahwa inti dari dakwah adalah menyeru manusia kepada tauhid agar hanya Allah saja yang diibadahi dan tidak disekutukan dengan sesuatu apapun. Mengajak kepada tauhid merupakan dakwahnya para Rasul Alaihimush Shalatu Wassalam.

πŸƒSaya belajar dari Umar makna keadilan. Umar bersikap adil dengan menghukum keluarganya jika bersalah. Umar melarang keluarganya mendapatkan fasilitas dan keistimewaan dari negara karena kedekatan mereka dengan Umar. Umar bersikap adil kepada warga negara dan penduduk dalam hal hukum dan peradilan tidak memandang agama mereka. Pihak yang benar dibenarkan, pihak yang salah disalahkan siapapun mereka.

πŸƒSaya belajar dari Umar tentang kedisiplinan dan konsisten terhadap hukum dan peraturan. Seorang penguasa haruslah menjadi teladan bagi rakyatnya. Pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum memperbaiki orang lain. Seorang pejabat harus konsisten dengan segala peraturan dan keputusan yang telah ditetapkannya. Seorang kepala rumah tangga dan orang tua harus menjadi contoh sebelum memerintahkan anak-anaknya.

πŸƒSaya belajar dari Umar arti empati dan kepekaan perasaan. Umar sering merasa lapar, maka beliau merasakan penderitaan orang yang lapar. Umar merasakan kesusahan dalam kehidupan, menjadikan beliau memiliki empati dan cepat tanggap untuk meringankan beban orang lain. Umar pernah merasakan pahitnya dizalimi maka beliau selalu membela orang-orang yang teraniaya. (Apalagi didorong faktor keimanan dan perintah dalam Islam, penyusun)

πŸƒSaya belajar dari Umar tentang kelembutan hati dan sifat kasih sayang. Umar mengajarkan kita untuk tegas menghadapi kebatilan, kezaliman dan sikap melampaui batas. Tapi Umar mengajarkan kepada kita juga agar bersikap lemah lembut dan kasih sayang kepada orang-orang yang lemah, yang berusia lanjut, anak yatim, orang yang miskin. Umar mengajarkan kepada kita kelembutan hati yang menjadikan mata mudah untuk meneteskan air mata.

πŸƒSaya belajar dari Umar untuk patuh dan tunduk terhadap Al Quran dan As Sunnah. Jika saya diingatkan dengan Al Quran maka ucapan saya adalah, “Kami mendengar dan kami taat.” Ketika datang hadits yang shahih maka saya harus berpegang teguh dengannya.

πŸƒSaya belajar dari Umar tentang wara’, kehati-hatian agar saya dapat meninggalkan hal yang mubah atau yang syubhat (masih samar hukumnya) karena khawatir terjerumus kepada yang haram.

πŸƒSaya belajar dari Umar jika kita beramal atau bekerja hendaklah tekun dan ulet.

πŸƒSaya belajar dari Umar tentang kebersihan hati dari hasad dan dengki.

πŸƒSaya belajar dari Umar agar kita senang dan gembira jika ada orang lain menasehati kita dan memberitahu aib kita. Kita doakan dia semoga Allah merahmatinya.

πŸƒSaya belajar dari Umar bahwa kehidupan itu terus berjalan, terminal akhirnya adalah kematian.

πŸƒSaya belajar dari Umar yang memiliki cincin bertuliskan “Kafa bil mauti wa’idzan” Cukuplah Kematian Menjadi Peringatan. Dunia yang Anda miliki pasti suatu saat akan Anda tinggalkan. Jangan sekali-kali hati Anda terpaut dengan dunia. Gunakan kesempatan waktu sehatmu sebelum datangnya sakit, gunakan kesempatan hidupmu sebelum datangnya kematian!

πŸƒBetapa Indahnya jika kita bisa lebih dalam mengkaji Biografi Umar bin Khathab radhiallahu anhu.
Betapa nikmatnya jika kita bisa lebih dekat mengenal Umar Al Faruq. Pembahasan yang telah kami sampaikan ini hanyalah sekilas dari kehidupan beliau, hanyalah cuplikan-cuplikan dari perjalanan hidup Umar yang luas dan dalam bagaikan samudera lautan.

Hendaklah kita terus banyak belajar, banyak membaca sirah Umar ini dan menganalisanya.
Semoga Allah merahmati Asy Syahid Umar bin Khathab radhiallahu anhu. Semoga Allah mengumpulkan kita dengan Umar bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Abu Bakar, Utsman, Ali, para sahabat lainnya dan Ahlul Bait (Keluarga Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam) di Jannah-Nya yang penuh dengan kenikmatan, amin.”

(Ceramah Dr. Nabil Al Awadhi yang berjudul “Qishatu Al Faruq” Episode ke 30 dengan tema “Ta’allamtu min Umar” / Saya belajar dari Umar)
πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

Di nukil dari Buku : Kepemimpinan dan Keteladanan Umar bin Khattab Radhiallahu anhuΒ (Pembelaan terhadap Al Faruq)

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *